Monday, 30 April 2007

Religiusitas Sang Ibu

Ia adalah orang yang paling berpengaruh terhadap anak-anaknya. Karena pada dasarnya, dalam sebuah keluarga faktor yang paling berperan secara psikologis bagi anak-anak adalah Ibu. Bagi saya, yang sedang menempuh studi di Jurusan Falsafah dan Agama Universitas Paramadina, Ibu adalah seorang motivator sejati dalam hidup.

Namanya adalah Juz’aniyah (yang akrab dipanggil dengan Ibu Uju), lahir di sebuah kampung, yang mungkin bisa dikatakan terpencil pada masanya, Kampung Kadugedong, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang pada tanggal 13 Juni 1952 M. Ibu yang telah melahirkan sepuluh orang anak kini menempuh usianya yang kurang lebih ke-55.

Semasa kecil Ia selalu berbakti kepada orang tua dan besar di lingkungan keagamaan. Ketika Ia bercanda ria dengan anak-anaknya, Ia selalu bercerita tentang masa kecilnya yang penuh dengan perjuangan dan kerja keras untuk berbakti kepada orang tua dan menempuh pendidikan semasanya.

Ia selalu mengajarkan kepada kita, anak-anaknya, agar senantiasa berbuat baik dan bersyukur atas nikmat yang telah dikaruniakan Allah. Salah satu pesannya yang paling berpengaruh bagi saya adalah kejujuran, karena Nabi Muhammad adalah seorang yang jujur dalam hidupnya sehingga Ia mendapat kepercayaan masyarakat dan digelari dengan al-amîn (seorang yang dipercaya).

Ketika saya mengabdikan diri di sebuah pondok pesantren terpencil pada tahun 2004 M, yang ketika itu saya tidak mendapatkan insentif dari pengabdian tersebut, Ia berpesan agar senantiasa tetap mempertahankan kejujuran dalam hidup. “Dengan kejujuran kita akan mendapatkan kepercayan dari setiap orang, dengan kejujuran kita Allah swt akan membukakan pintu rerjeki yang sangat luas,” tuturnya.

Selain itu, Ia mengajarkan kepada saya perbedaan antara ilmu dan pengetahuan. Apabila kita tahu tentang sesuatu tapi tidak mengamalkannya dalam keseharian kita maka itu adalah pengetahuan. Tapi, apabila kita tahu tentang sesuatu dan mengamalkannya dalam keseharian kita maka itu adalah ilmu.

Sebenarnya, banyak sekali ajaran-ajaran yang disampaikan kepada anak-anaknya. Namun, tulisan ini hanyalah sebagian kecil saja dari pengalaman hidup saya bersamanya.

1 comment:

pyuriko said...

Duuhh Dida... jadi kangen sama Ibu yaaa.... sabar nak, selesaikan dulu kuliahmu.

Ayoo, jadi anak yang baik.