Monday, 20 June 2016

Tantangan Alumni di Tengah Perkembangan Zaman

No comments:
Ilmu pengetahuan atau sains dan teknologi pada saat ini begitu maju. Segala misteri alam secara perlahan telah berhasil dipecahkan. Kita mau atau tidak mau dihadapkan pada condicio sine qua non (situasi yang sulit dibantah). Salah satu contohnya adalah perdebatan tentang relasi agama dan sains.

Perdebatan tersebut mungkin akan bertahan sampai kapan pun. Sebab, agama pada dasarnya menyangkut soal-soal keyakinan, sedangkan sains menawarkan kepastian. Agama bersifat dogmatis dan sains meruntuhkan dogma-dogma tersebut karena ia mendasarkan dirinya pada fakta dan data.

Friday, 13 May 2016

Masalah Literasi Kita

No comments:
Central Connecticut State University belum lama ini telah merilis sebuah hasil riset tentang tingkat literasi yang berkembang di 61 negara. Di antara 61 negara tersebut, Indonesia menempati peringkat kedua dari bawah. Sedangkan, posisi yang menempati peringkat pertama (dalam arti yang sesungguhnya) adalah Finlandia.

Hal ini sungguh sangat memprihatinkan mengingat Indonesia merupakan sebuah bangsa yang sangat besar. Kita tidak perlu berdebat dalam validitas riset tersebut. Sebab, tanda-tanda rendahnya tradisi literasi begitu tampak dalam kehidupan sehari-hari.

Thursday, 14 April 2016

Menaklukkan Ambisi Iannone

No comments:
“Ambisimu melebihi bakatmu,” kata Casey Stoner dengan satire kepada Valentino Rossi di Jerez (2011). Ungkapan tersebut muncul karena Rossi terjatuh dan menabrak Stoner ketika ia berusaha menyalipnya di lintasan basah. 

Stoner begitu kecewa dan marah. Rossi yang pada saat itu mengendarai Ducati Desmosedici GP11 langsung menemuinya setelah balapan untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf. Ia sadar, ia terlalu percaya diri meski Ducati teruji punya keunggulan ketika hujan turun.

Read more

Jakarta dan Kompleksitasnya

No comments:
Setiap kota selalu memiliki masalahnya sendiri. Namun, Jakarta memiliki tingkat kompleksitas yang sangat tinggi. Hal ini terlihat dari aktivitas warga dan hiruk pikuk lingkungannya sebagai ibu kota. Karena itu, banyak seniman, sejarawan, pengamat kota dan sebagainya memiliki perhatian khusus kepadanya. 

Dari kalangan seniman, kita masih ingat sebuah lagu dari Koes Plus tentang Jakarta berjudul Kembali ke Jakarta. Dari kalangan sejarawan dan pengamat kota, kita bisa menyaksikan bagaimana mereka mengadvokasi masyarakat pinggiran yang ada di Jakarta.